Landuh’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SURVIVAL DARI MYCOBAKTERIUM AVIUM DI DALAM SELAPUT BIOLOGIS AIR MINUM

Nama               : Atik Tristiani

NIM                : BIJ005190

E-Mail              : atik_tristiani@yahoo.com

Blog                 : http://landuh.wordpress.com/

 

Survival of Mycobacterium avium in Drinking Water Biofilms as Affected by Water Flow Velocity, Availability of Phosphorus, and Temperature

 

Mikobakteri avium adalah suatu patogen yang potensial terjadi di dalam sistem air minum. Ini merupakan suatu pelan-pelan bertumbuh bakteri menghasilkan suatu dinding sel yang tebal berisi asam mikolat, dan itu dikenal untuk membalas khlor lebih baik daripada banyak  mikroba lainnya. Beberapa studi-studi sudah menunjukkan bahwa bakteri patogen bertahan hidup lebih baik di dalam selaput biologis dibanding di dalam air. Oleh menggunakan Propella reaktor-reaktor selaput biologis, kita belajar bagaimana faktor-faktor secara umum mempengaruhi pertumbuhan dari selaput biologis (laju alir, konsentrasi fosfor, dan temperatur) pengaruhi survival dari M.avium di dalam selaput biologis air minum. Pertumbuhan dari selaput biologis diikuti oleh kultur dan DAPI (4′,6′-diamidino-2-phenylindole) pewarnaan, dan konsentrasi-konsentrasi  M.avium ditentukan oleh metoda-metoda hibridisasi in situ kultur dan fluorescence. Yang spiked M.avium selamat di dalam selaput biologis untuk periode studi 4-week tanpa suatu kemunduran yang dramatis di dalam konsentrasi. Penambahan fosfor ( 10 µg/liter) meningkat banyaknya bakteri yang heterotrof di dalam selaput biologis tetapi berkurang culturabilas  M.avium.

 

Alasan untuk hasil ini adalah mungkin bahwa fosfor meningkat kompetisi dengan mikroba-mikroba yang lain. Satu peningkatan di dalam kecepatan arus tidak punya pengaruh pada survival dari M.avium, meski itu meningkat pertumbuhan dari selaput biologis. Suatu temperatur yang lebih tinggi (20°C melawan 7°C) meningkat kedua-duanya banyaknya bakteri yang heterotrof dan survival dari M.avium di dalam selaput biologis. Kesimpulannya, hasil-hasil menunjukkan bahwa dalam kaitan dengan menggunakan istilah mempengaruhi survival dari pelan-pelan bertumbuh M. avium di dalam selaput biologis, temperatur adalah suatu faktor lebih penting dibanding ketersediaan bahan gizi seperti fosfor.

 

 

 

Mei 27, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.